Sabtu, 04 Mei 2013
Selamat Menempuh UJIAN TENGAH SEMESTER
Selamat Menempuh Ujian Tengah Semester untuk Keluarga Universitas Diponegoro.
Minggu, (05/05/13) Semarang.
Untuk UNIVERSITAS DIPONEGORO saya Ucapkan Selamat Menempuh Ujian Tengah semester.. Khusus untuk Fakultas Sains dan Matematika Jurusan Biologi "Berani Jujur itu Baik" , Semoga sukses yaa buat ujian tengah semesternya kawan kawan semuaaa!!
Kita Muda, Kita Bisaaa....
Kamis, 14 Februari 2013
Karya Mobil Nasional Pupus Harapan
Mobil buatan anak bangsa yang masih duduk di bangku SMK ini dapat menjadi produk nasional. Inovasi oleh anak-anak bangsa ini membuktikan kapasitas generasi muda Indonesia tidak kalah jika dibandingkan negara lain. Penulis berpendapat, kehadiran mobil Esemka merupakan momen tepat bagi Indonesia untuk secara serius mewujudkan mimpi memiliki mobil nasionalPemanfaatan kekayaan alam, berdasarkan konstitusi yang berlaku di negeri ini, sudah sepatutnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Apa lagi selama ini Indonesia di kenal memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Sungguh disayangkan, jika dalam pengelolaanya tidak diperuntukan untuk kesejahteraan rakyat. Selama ini, terkesan bahwa keterbatasan sumber daya manusia dinegeri ini, menyebabkan, pengelolaan kekayaan alam, harus diserahkan kepada pihak asing. Dengungan ke tidak mampuan ini lah, yang dijadikan senjata pamungkas untuk membiarkan kekayaan negeri ini di eksploetasi dan di bawa ke negara lain. Namun, berjalannya kemajuan jaman, yang ditandai semakin majunya teknologi, membuktikan bahwa bangsa ini mampu mengolah kekayaan alam. Bahkan, meningkatkan produktifitas kemampuan untuk meningkatkan kehidupan bangsa.
Sebuah Kiat Esemka Dan Esemka Digdaya yang dibuat pelajar SMK Negeri 2, Solo, merupakan salah satu bukti nyata. Sebuah bukti yang menandakan, bahwa pemuda di negeri ini mampu menunjukan kepada dunia. Bahwa bangsa Indonesia, bukan lah bangsa yang bodoh, bangsa yang hanya bisa menikmati hasil karya negara lain, tanpa bisa menghasilkan karya. Karya ini, merupakan sebuah langkah maju bagi kebangkitan industri otomotif di tanah air ini. Seperti kita ketahui, selama ini industri otomotif berkembang pesat, namun fakta menunjukan bahwa produk asing lah yang kerap kita jumpai dalam keseharian. Kenyataan ini menjadikan bangsa Indonesia di cap sebagai negara dengan tingkat konsumen tertinggi. Di Asia Tenggara, posisi Indonesia berada di peringkat kedua di bawah Thailand. Pertumbuhan ekonomi yang semakin positf pun membawa tantangan tersendiri yang harus di hadapi mobil nasional. Pertumbuhan ini menyebakan masuknya investor yang mengiginkan berinvestasi dinegeri ini seperti Suzuki, Toyota, Daihatsu, Hyundai, dan Nissan
Harus Kita Wujudkan Impian Indonesia!!
Untuk mewujudkan impian dan menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sebuah dukungan yang kuat dari seluruh komponen bangsa. Tentu saja kehadiran ESEMKA ini, memicu tanggapan yang pro maupun kontra. Ada yang sudah pesan, ada juga yang menunggu hasil uji. Kenyataan ini memicu animo tersendiri bagi masyarakat luas. Namun, secara kasat mata saja kita sudah diyakinkan potensi kedua mobil tersebut. Meski belum melewati tahapan uji kendaraan dengan lengkap, keyakinan publik terhadap produk lokal ini bisa dikatakan sangat besar. Seperti kita ketahui, esemka, bukanlah mobil pertama yang berhasil diciptakan oleh anak-anak muda Indonesia. Beberapa mobil nasional yang menjadi pendahulu Kiat Esemka diantaranya, Komodo, Tawon, GEA, Marlip, Maleo, Wakaba, Timor dan Esemka Digdaya. Namun, sangat disayangi, mobil-mobil karya anak bangsa ini tidak mendapatkan perhatian yang cukup luas dari masyarakat di negeri ini. Memang, kita akui, pada akhirnya untuk memasuki dunia pemasaran otomotif, harus menghadapi banyak tantangan serta rintangan yang menghinggapi mobil nasional ini. Untuk menjawab tantangan serta memenangkan pertarungan pasaran otomotif, diperlukan perhatian khusus dari masyarakat luas. Bukan sebatas sanjungan yang diberikan semata, tetapi dukungan secara penuh akan hasil karya ini.
Kehadiran mobil nasional ini setidaknya mewujudkan impian bangsa ini akan keinginannya memiliki mobil nasional, selama ini bangsa ini hanya menjadi konsumen produk mobil impor dari luar negeri atau sebagai konsumen mobil buatan negara lain yang kebetulan asemblingnya ada di Indonesia. Apa lagi, dalam pembuatan mobil nasional ini, di motori oleh para penerus bangsa. Setidaknya maha karya ini menjawab pernyataan Soekarno bahwa kelangsungan hidup bangsa ada di pundak pemuda dan ditangan pemuda lah pada akhirnya negara ini di tentukan. Semoga Karya Mobil Nasional Indonesia tidak Pupus Harapan kedepannya, Mari Kita wujudkan Mobil Nasional Indonesia yang berbasis Teknologi canggih Ramah Lingkungan.
Penulis : Graha Permana ( Universitas Diponegoro )
Selasa, 08 Januari 2013
Character Building
Character Building Mahasiswa Bidik Misi Universitas Diponegoro
Tempatnya sih di Bantir, Sumowono.. Dengan Trainer Dari NMA (Nafsul Mutmainnah Achievement), Acara Berlangsung selama 3 Hari 2 malam :)
Dengan Susunan acara yang sangat padat dan seru seruan bersama :)
Tarinernya itu sangat membuat Aku Termotivasi untuk Sukses !
SUKSES itu ada kepanjangannya lohh...
SUKSES itu ada kepanjangannya lohh...
Sehaat , Uang, Keluarga, Etika, Spiritual.. apabila semua itu kita miliki berarti kita semua sudah SUKSES dan yang pastinya Mau Tambah SUKSES lagi kan!! :) Bangkit, Bangun, dan Berdirilah Hadapi masa depan yang cemerlang !!
Mahasiswa Itu HARUS :
1. Tegas
2. Hormat
3. Semangat
4. Saling Berbagi
5. Harus SUKSES !!
Hidup Mahasiswa!! Salam Prestatif!
KITA MUDA !! KITA BISA!!! #HMB'13
Biology Sports Competition
Alhamdulillah Acara Biology Sport Competition 2012 Telah usai dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 hhe :)
Terima Kasih Buat Panitia dan Teman teman yang telah Berkontribusi dalam acara tersebut.
Terima Kasih Buat Panitia dan Teman teman yang telah Berkontribusi dalam acara tersebut.
Kelancaran acara itu berkat kalian semua kawan kawan...
ini dia MMT BSC 2012 :
ini dia MMT BSC 2012 :
dan ini lah Foto Foto Dokumentasi lainnya :
Kompak Juga yaa BIOLOGI 2012 !! Lanjutkan !!
Nah ini dia Keluarga BIOLOGI :)
Keluarga Besar Biologi yang telah berkontribusi dalam Acara Biology Sport Competition 2012 !
-Go for Champion, the spirit of sports-
Senin, 07 Januari 2013
GANGGUAN NEUROLASI
TUGAS STUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN
GANGGUAN NEUROLASI
DISUSUN
OLEH :
GRAHA
PERMANA 24020111120002
INDRA
PRAWIRA 24020111120004
ISYAROTUZ
ZAKIYYAH 24020111120012
HERU
PUJI R 24020111130022
FATKUR
ROZI S 24020111130043
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2012/2013
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
Neurolasi adalah proses dimana lapisan sel – sel
ektodermal diubah menjadi tubulus neuralis. Proses neurolasi diawali dari
pembentukan lamina neuralis, kemudian mengalami invaginasi menjadi sulkus
neuralis dan terbentuk menjadi tubulus neuralis
Neurulasi
Gastrulasi sangat
berhubungan erat dengan proses pembentukan susunan syaraf (neurulasi). Pada akhir
gastrulasi terbentuklah nerve chord dan notochord. Nerve chord berasal dari
ektoderm, sedangkan notochord berasal dari dari lempengan entoderm di bagian
dorsal. Pembentukan nerve chord dimulai dengan sebuah lekukan yang dangkal di
bagian dorsal ektoderm yang disebut neural groove yang membunjur sepanjang
bidang dorsalis dari arah anterior ke posterior dan meluas pada ujung akhir
dari anterior. Bagian lateral dari neural groove tersebut lebih menonjol dan disebut
neural fold. Perkembangan neural groove makin tenggelam dari permukaan embrio
dan neural fold saling mendekat sepanjang garis tengah dorsal. Proses ini
merupakan invaginasi dari pembentukan neural tubeyang kelak akan menjadi otak
dan spinal chord. Neural groove dalam pertumbuhannya terus menurun ke bawah,
sedangkan ektoderm pada ujung-ujung neural fold merapat satu dengan yang
lainnya dan segera menutup neural groove dan terbentuklah neural tube.
Pada tingkat awal, rongga dalam dari neural tube masih berhubungan dengan
rongga enteron melalui neurenteric canal yang kelak akan lenyap karena enteron
membentuk lubang baru yang menghubungkannya dengan dunia luar, yaitu lubang
anus.
Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa neural akan membentuk seluruh sistem
syaraf termasuk otak, spinal chord, dan nerve serta epitel sensoris khusus
seperti retina pada mata. Otak berkembang dari neural tube bagian anterior.
Bagian anterior ini lebih besar dan berkembangnya lebih cepat dibandingkan
dengan bagian posterior yang panjang dan menyempit dan kemudian menjadi spinal
cord (sumsum tulang belakang). Persyarafan tubuh merupakan cabang0cabang dari
neural tube yang mengalami differensiasi. Setiap benang syaraf terdiri
dari dari seberkas serabut syaraf yang tersusun dari sel-sel syaraf yang
terjadi setelah adanya differensiasi perkembanganotak dan sumsum tulang
belakang. Notochord tidak bersegmendan dapat dijumpai pada semua hewan
vertebrata dalam masad embrional yang membunjur sepanjang embrio diantara
neural tube dan archenteron. Adanya notochord pada vertebrata sangat singkat
dan kemudian diganti seluruhnya dengan vertebral culomn (tulang belakang)
yang bersegmen (kecuali pada amphioxus dewasa masih terdapat notochord dan
tidak diganti dengan tulang belakang). Pada beberapa hewan lainnya seperti
belut, ikan hiu, dan katak masih terdapat sisa-sisa notochord di antara tulang
belakangpada hewan dewasanya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB II
PEMBAHASAN
Macam-macam
neurolasi :
A.Neurulasi
Primer
Selama neurulasi
primer, ektoderm asli dibagi menjadi tiga set sel: (1) ditempatkan secara
internal neural tube, yang akan membentuk otak dan sumsum tulang belakang, (2)
diposisikan eksternal epidermis kulit, dan (3) saraf sel puncak. Sel puncak
neural formulir di kawasan yang menghubungkan tabung saraf dan kulit ari, tapi
kemudian pindah di tempat lain, mereka akan menghasilkan perifer neuron dan
glia, sel-sel pigmen kulit, dan beberapa jenis sel lain.
Proses neurulasi
primer pada amfibi, reptil, burung, dan mamalia mirip. Tidak lama setelah
piring saraf telah terbentuk, tepi menebal dan bergerak ke atas untuk membentuk
lipatan saraf, sedangkan saraf berbentuk U groove muncul di tengah piring,
membagi masa depan sisi kanan dan kiri embrio. Lipatan saraf yang bermigrasi ke
arah garis tengah embrio, akhirnya sekering untuk membentuk tabung saraf di
bawah ektoderm di atasnya. Sel-sel di bagian dorsalmost tabung saraf menjadi
puncak sel saraf.Neurulasi terjadi dengan cara yang agak berbeda di berbagai
daerah dalam tubuh. Yaitu kepala, badan, dan ekor masing-masing daerah
membentuk tabung saraf dengan cara-cara yang mencerminkan hubungan induktif
dari endoderm faring, prechordal piring, dan notochord ke atasnya ektoderm.
Kepala daerah dan batang kedua menjalani neurulation varian dari primer, dan
proses ini dapat dibagi menjadi empat yang berbeda tetapi saling tumpang tindih
spasial dan temporal tahap: (1) pembentukan lempeng saraf, (2) pembentukan
saraf piring; (3) pembengkokan dari piring saraf membentuk saraf dashed; dan
(4) penutupan alur saraf untuk membentuk tabung saraf.
Primer neurulation: pembentukan
tabung saraf dalam embrio anak ayam. (A, 1) Sel saraf dari pelat dapat
dibedakan sebagai sel memanjang di daerah dorsal ektoderm. Lipat dimulai
sebagai engsel saraf medial titik (MHP) sel jangkar untuk notochord dan
mengubah bentuk mereka, sementara sel-sel epidermis anggapan bergerak menuju
pusat. (B, 2) lipatan saraf yang diangkat sebagai anggapan epidermis terus
bergerak ke arah garis tengah dorsal. (C, 3) Konvergensi lipatan saraf terjadi
sebagai titik engsel Korteks (DLHP) sel-sel menjadi berbentuk baji dan sel-sel
epidermal mendorong ke tengah. (D, 4) lipatan saraf dibawa ke dalam kontak
dengan satu sama lain, dan sel-sel saraf menghubungkan puncak tabung saraf
dengan epidermis. Puncak sel saraf kemudian bubar, meninggalkan tabung saraf
terpisah dari epidermis.
Tiga pandangan
neurulation dalam embrio amfibi, menunjukkan awal (kiri), tengah (pusat), dan
akhir (kanan) neurulae dalam setiap kasus. (A) melihat ke bawah pada permukaan
dorsal seluruh embrio. (B) Sagit-angka bagian melalui bidang medial embrio. (C)
Transverse bagian melalui pusat embrio.
b. Neurulasi Sekunder
Neurulasi
sekunder merupakan pembentukan rongga pada pita sel – sel solid. Neurulasi
sekunder melibatkan pembuatan sebuah tali meduler dan pengosongan selanjutnya
menjadi tabung saraf .
Pada katak dan
anak ayam, neurulation sekunder biasanya terlihat dalam tabung saraf lumbalis
(perut) dan tulang ekor. Dalam kedua kasus, dapat dilihat sebagai kelanjutan
dari gastrulasi. Pada katak, bukannya involuting ke embrio, sel-sel bibir
blastopori dorsal terus tumbuh ventrally (Gambar 12.9A, B). Daerah yang tumbuh
di ujung bibir disebut chordoneural engsel (Pasteels 1937), dan berisi
prekursor untuk kedua bagian posteriormost piring dan saraf posterior bagian
notochord. Pertumbuhan wilayah ini kurang lebih berbentuk bola mengubah
gastrula, 1.2 mm diameter, menjadi kecebong linear beberapa 9 mm lama. Ujung
ekor adalah keturunan langsung blastopori dorsal bibir, dan sel-sel yang
melapisi membentuk blastopori neurenteric kanal. Proksimal bagian dari kanal
neurenteric berfusi dengan anus, sementara bagian distal menjadi ependymal kanal
(yaitu, lumen tabung saraf) Neurulasi sekunder di daerah caudal 25-somite embrio.
(A) membentuk kabel meduler paling ujung caudal ayam tailbud.
(B) kabel meduler pada posisi sedikit lebih anterior di tailbud.(C) cavitating tabung saraf dan membentuk notochord. (D) The lumen menyatu untuk membentuk kanal pusat dari tabung saraf.
Gbr. Gerakan sel selama neurulation di Xenopus sekunder. (A) Involusi dari mesoderm pada tahap gastrula pertengahan. (B) Gerakan bibir blastopori dorsal pada gastrula akhir / awal tahap neurula. Involusi telah berhenti, dan keduanya ektoderm dan mesoderm almarhum blastopori bibir bergerak posterior. (C) Awal tahap kecebong, di mana sel-sel yang melapisi membentuk blastopori neurenteric kanal, bagian dari yang menjadi sekunder lumen tabung saraf.
(B) kabel meduler pada posisi sedikit lebih anterior di tailbud.(C) cavitating tabung saraf dan membentuk notochord. (D) The lumen menyatu untuk membentuk kanal pusat dari tabung saraf.
Gbr. Gerakan sel selama neurulation di Xenopus sekunder. (A) Involusi dari mesoderm pada tahap gastrula pertengahan. (B) Gerakan bibir blastopori dorsal pada gastrula akhir / awal tahap neurula. Involusi telah berhenti, dan keduanya ektoderm dan mesoderm almarhum blastopori bibir bergerak posterior. (C) Awal tahap kecebong, di mana sel-sel yang melapisi membentuk blastopori neurenteric kanal, bagian dari yang menjadi sekunder lumen tabung saraf.
Beberapa
gangguan neurolasi diakibatkan karena tidak terjadinya proses – proses terbentuknya tubulus
neuralis, hal ini lebih disebabkan oleh kerusakan pada informasi yang diberikan
oleh gen. Pada masa neurulasi primer sel
neuroepitelium mensintesis protein Shroom
yang bersifat actin-binding protein.
Dengan disintesisnya protein Shroom maka aktin terakumulasi di bagian apikal sel neuroepitelium sehingga mengakibatkan kontraksi bagian tersebut.
Kontraksi
ini menyebabkan bagian apical sel lebih
sempit dibandingkan bagian basalnya.
Susunan sel neuroepitelium bentuk
baji ini menyebabkan terbentuknya DLHP untuk mengarahkan lipatan neural ke mid
line aksis neural. Kerusakan DNA akibat masuknya senyawa 2-ME ke dalam
tubuh induk yang
bertepatan dengan
masa neurulasi diduga menyebabkan
gangguan sintesis protein Shroom sehingga terjadi kegagalan konstriksi
apikal.
Gangguan neurolasi
Kelainan
– Kelainan Proses neurulasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan kelainan –
kelainan. Diantaranya sebagai berikut:
a. Anencephaly
Anencephaly
adalah sepalik gangguan yang dihasilkan dari sebuah cacat tabung saraf yang
terjadi ketika batok kepala (kepala) ujung tabung saraf gagal menutup, biasanya
antara tanggal 23 dan 26 hari kehamilan, yang mengakibatkan tidak adanya bagian
besar dari otak , tengkorak, dan kulit kepala [1]. Anak-anak dengan gangguan
ini dilahirkan tanpa otak-depan, bagian terbesar dari otak yang terdiri
terutama dari otak belahan otak (yang mencakup neokorteks, yang bertanggung
jawab untuk tingkat lebih tinggi kognisi, yaitu, berpikir)
b. Spina bifida
Spina
Bifida (Sumbing Tulang Belakang) adalah suatu celah pada tulang belakang
(vertebra), yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal
menutup atau gagal terbentuk secara utuh. Penonjolan dari korda spinalis dan
meningens menyebabkan kerusakan pada korda spinalis dan akar saraf, sehingga
terjadi penurunan atau gangguan fungsi pada bagian tubuh yang dipersarafi oleh
saraf tersebut atau di bagian bawahnya. Gejalanya tergantung kepada letak
anatomis dari spina bifida. Kebanyakan terjadi di punggung bagian bawah, yaitu
daerah lumbal atau sakral, karena penutupan vertebra di bagian ini terjadi
paling akhir. Terdapat beberapa jenis spina bifida:
1.
Spina bifida okulta : merupakan spina bifida yang paling ringan. Satu atau
beberapa vertebra tidak terbentuk secara normal, tetapi korda spinalis dan
selaputnya (meningens) tidak menonjol. Gejalanya:
-seberkas rambut pada daerah sakral (panggul bagian belakang)
-seberkas rambut pada daerah sakral (panggul bagian belakang)
-
lekukan pada daerah sakrum.
2.
Meningokel : meningens menonjol melalui vertebra yang tidak utuh dan teraba
sebagai suatu benjolan berisi cairan di bawah kulit.
Meningokel
merupakan benjolan berbentuk kista di garis tulang belakang yang umumnya
terdapat di daerah lumbo-sakral. Lapisan meningel berupa durameter dan
arachnoid ke luar kanalis vertebralis, sedangkan medulla spinalis masih di
tempat yang normal. Benjolan ditutup dengan membrane tipis yang semi-transparan
berwarna kebiru-biruan atau ditutup sama sekali oleh kulit yang dapat
menunjukkan hipertrikhosis atau nevus. Pada transiluminasi tidak terlihat
jaringan saraf pusat di dinding benjolan.
Terdapat tiga jenis spina bifida, yaitu :
- Spina
bifida okulta, merupakan spina bifida yang paling ringan. Satu atau
beberapa vertebra tidak terbentuk secara normal, tetapi korda spinalis dan
selaputnya (meningens) tidak menonjol.
- Meningokel,
yaitu meningens menonjol melalui vertebra yang tidak utuh dan teraba
sebagai suatu benjolan berisi cairan di bawah kulit.
- Mielokel,
merupakan jenis spina bifida yang paling berat, dimana korda spinalis
menonjol dan kulit di atasnya tampak kasar dan merah.
c.
Mielokel
Jenis spina bifida yang
paling berat, dimana korda spinalis menonjol dan kulit diatasnya tampak kasar
dan merah. Gejalanya berupa:
- penonjolan seperti
kantung di punggung tengah sampai bawah pada bayi baru lahir
- jika disinari, kantung tersebut tidak tembus cahaya
- jika disinari, kantung tersebut tidak tembus cahaya
- kelumpuhan/kelemahan
pada pinggul, tungkai atau kaki, penurunan sensasi
- inkontinensia uri (beser)
maupun inkontinensia tinja
- korda spinalis yang
terkena rentan terhadap infeksi (meningitis).
------------------------------------------------------------------------------------------------------
KESIMPULAN
Neurolasi
adalah proses dimana lapisan sel – sel ektodermal diubah menjadi tubulus
neuralis. Penyebab
gangguan neurolasi
Beberapa
gangguan neurolasi diakibatkan karena tidak terjadinya proses – proses
terbentuknya tubulus neuralis, hal ini lebih disebabkan oleh kerusakan pada
informasi yang diberikan oleh gen.
Diantara
gangguan neurolasi adalah :
a. Anencephaly
b. Spina
bifida
c. Mielokel
------------------------------------------------------------------------------------------------------
DAFTAR PUSTAKA
George Elizabeth L, Georges-Labouesse Elisabeth N,
Patel-King Ramila S, Rayburn Helen and Hynes Richard O, 1993. Defects in
mesoderm, neural tube and vascular development in mouse embryos lacking
fibronectin. Development 119,1079–1091
Haigo SL, Hildebrand JD, Harland RM, dan Wallingford JB, 2003.Shroom
induces apical constriction and is required for hingepoint formation during
neural tube closure. Current Biology., Vol 13: 2125–2137,
December 16. Elsevier Science Ltd.
Juriloff DM dan Harris MJ, 2000. Mouse models for neural tube closure
defects. Human Molecular Genetics, 9(6).
Bahaya Bakteri E.coli
Akibat dari
bakteri E.coli adalah sebagai berikut:
1.
Gangguan sistim pencernaan
2.
Gangguan pada Ginjal
3.
Serangan jantung atau stroke
4.
Tekanan darah Tinggi
Maka dari itu
perhatikan makanan dan minuman yang anda konsumsi agar terhindar daribakteri E.coli terutama bahaya minum Es batu
balok karena banyak sekali baktkeri yang terdapat dalam Es batu balok. Bakteri E. coli yang menjelma menjadi sejumlah galur(strain),
seperti Enterohaemorrhagic E. coli (EHEC), dapat menyebabkan diare, kram perut
yang parah, dan demam. Kendati begitu, sebagian besar penderita akan sembuh
dalam beberapa hari.
Bakteri E. coli yang berada dalam usus ternak
sapi dan domba berpotensi pula menyebabkan terjadinya sindrom hemolytic-uremic (HUS), yang menyerang ginjal dan
sistem saraf. Dalam wabah ini, terdapat 1.536 kasus EHEC dan 627 kasus HUS di
Jerman, seperti dilansir Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Bakteri
ini juga bisa menyebar melalui beberapa jenis makanan, daging sapi olahan yang
tak dimasak lebih dari 70 derajat C yang kemudian disajikan dalam burger, kebab
atau salami. Buah dan sayuran segar seperti daun selada, tauge, tomat,
mentimun, atau jus buah yang tidak dipasturisasi, karena mungkin sempat terjadi
kontak dengan feses binatang yang terinfeksi. Susu segar dan keju yang tak melalui
proses pasturisasi juga bisa menjadi media penyebaran bakteri ini.
Feses
binatang atau manusia bahkan bisa masuk ke dalam danau, kolam, penampungan air,
atau kanal irigasi. Dari tempat2 ini manusia bisa terinfeksi bakteri E. coli,
terutama bila air tersebut diminum atau tertelan saat berenang. Bakteri ini
juga bisa menyebar melalui kontak manusia. Biasanya ini terjadi bila tidak
mencuci tangan bila menyentuh tangan orang yang telah terinfeksi. Kita juga
bisa terinfeksi langsung dengan binatang2 pemamah biak seperti sapi, kambing
atau domba, yang mungkin telah terinfeksi bakteri ini. Setelah masuk ke dalam
saluran pencernaan bakteri menempel di usus besar manusia. Masa inkubasi
bakteri ini berkisar antara 48 – 72 jam, namun bisa juga memiki rentang sampai
1 – 10 hari. Mereka memproduksi racun yang bisa merusak sel darah merah.
Rusaknya sel darah merah bisa menyebabkan kegagalan ginjal yang kemudian bisa
berakibat pada kematian.
Gejala-gejala infeksi Bakteri E. coli :
- Diare berdarah
- Perut kejang
- Pusing dan mual
- Kulit pucat
- Demam2
- Lemas
- Air seni yang keluar sedikit
Biofisika
TUGAS
PERSENTASI BIOFISIKA
Kelompok
2
Anggota
:
1. Graha Permana 24020111120002
2.
Indra Prawira 24020111120004
3.
Solifah Sarah 24020111120013
4.
Fatkur Rozi S 24020111130043
Judul Jurnal
Peningkatan
Mutu Sari Buah Nanas Dengan Memanfaatkan Sistem Filtrasi Aliran DEAD-END dari
Membran Selulosa Asetat
Tujuan
Meneliti
pemanfaatan dari membrane selulosa asetat untuk meningkatkan mutu sari buah
nanas
Abstrak
Fokus
penelitian ini adalah penentuan teknologi pengolahan pangan alternatif dengan
menggunakan membran selulosa asetat. Membran selulosa asetat telah digunakan
untuk menyaring sari buah nanas. Teknik filtrasi sistem aliran deadend telah
digunakan untuk meningkatkan mutu sari buah nanas. Sistem filtasi dilakukan
pada kondisi pengadukan, pemberian tekanan atau aplikasi alami dari gaya
gravitasi bumi. Nilai fluks membran untuk semua proses perlakukan mengalami
penurunan dengan bertambahnya waktu filtrasi. Nilai fluks tertinggi didapat
untuk proses dengan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal.
Nilai rejeksi terbesar diperoleh untuk proses filtrasi tanpa perlakukan tekanan
maupun pengadukan. Membran yang telah dipakai proses filtrasi mengalami
peristiwa fouling. Hasil penyaringan dengan sistem filtrasi ini menunjukan
peningkatan kualitas, yaitu kehomogenan meningkat, kekeruhan menurun, total
padatan terlarut, dan kekentalan menurun. Nilai prosentase perubahan mutu sifat
fisika tertinggi terjadi pada larutan hasil proses filtrasi tanpa perlakuan
penekanan dan pengadukan (yaitu hanya gaya gravitasi). Selain itu pada larutan
hasil perlakukan ini mengalami perubahan nilai pH tidak besar. Sehingga
memiliki mutu yang paling baik.
Materi
Fenomena
Fluks pada proses filtrasi. Besarnya nilai fluks dari setiap membran
diperlihatkan pada Gambar 2. Nilai fluks membran selulosa asetat menurun dengan
bertambahnya waktu. Pada proses filtrasi dengan perlakuan pengadukan maupun
pemberian tekanan memberikan nilai fluks yang lebih besar daripada proses
filtrasi tanpa perlakuan apapun. Hal ini dikarenakan pada proses filtrasi
dengan perlakuan pengadukan akan meningkatkan mobilitas larutan yang berakibat
pada peningkatan ifusivitas. Rejeksi Membran. Rejeksi membran merupakan
kemampuan membran untuk menahan suatu komponen agar tidak melewati membran. Nilai
rejeksi membrane tersebut dapat diperoleh dari nisbah konsentrasi terlarut
dalam feed terhadap konsentrasi terlarut dalam permeate. Pori Membran. Ukuran
pori membran merupakan salah satu karakteristik membran yang dapat diperoleh
dengan meninjau energi bebas ion ketika berada dalam membran. Energi bebas ion
dapat diperoleh dari hubungan konduktansi listrik dengan variabel suhu. Dengan
bantuan teknik linearisasi dari energi bebas maka diperoleh nilai ukuran pori
membran seperti yang ditunjukan pada Tabel 2. Kekentalan Larutan. Gambar 3
menunjukkan nilai kekentalan sari buah nanas dari lima proses filtrasi dengan
perlakuan berbeda. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan
kekentalan sari buah nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi
tanpa perlakuan dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan
sebesar 1,021 x 105 Pascal. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan
22 cm/s dan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi
mengalami peningkatan kekentalan yang terbesar dan yang paling kecil
peningkatan kekentalannya pada filtrasi tanpa perlakuan Kerapatan Larutan. Dari
Gambar 4 terlihat bahwa kerapatan sari buah nanas sebelum mengalami proses
filtrasi, telah difilter dan sisa dari proses filtrasi memiliki nilai yang
berbeda-beda. Kekeruhan Larutan. Kekeruhan merupakan banyaknya partikel bahan
yang tersuspensi pada suatu larutan. Nilai numerik yang menunjukkan kekeruhan
didasarkan pada turut campurnya bahan yang tersuspensi pada jalannya sinar
melalui larutan [11,12]. Gambar 5 menunjukkan hasil pengukuran kekeruhan sari
buah nanas yang belum difilter, telah difilter dan sisa filtrasi dari lima
proses filtrasi dengan variasi perlakuan yang berbeda-beda. Total Padatan
Terlarut. Total padatan terlarut dari sari buah nanas sebelum, setelah dan sisa
filtrasi dengan beberapa variasi perlakuan yang berbeda-beda ditampilkan pada
Gambar 6. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan TPT sari buah
nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi tanpa perlakuan apapun
dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan sebesar 1,021 x
105 Pascal. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan
tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi mengalami
peningkatan TPT yang terbesar dan yang paling kecil peningkatan TPTnya pada
filtrasi tanpa perlakuan. pH larutan. Interaksi membran dengan larutan ektrak
buah bisa menimbulkan fenomena sensorik membrane pada perlakuan keasaman
ekstrak buah [13]. pH merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan
intensitas keadaan asam atau basa suatu larutan [14]. Pada sari buah nanas
sebelum, setelah dan sisa filtrasi diperoleh nilai pH seperti yang terdapat
pada Gambar 7.
Kesimpulan
Nilai
fluks membran untuk semua proses perlakukan mengalami penurunan dengan
bertambahnya waktu filtrasi. Nilai fluks tertinggi didapat untuk proses
pengadukan dan pemberian tekanan, yaitu pada proses filtrasi dengan pengadukan
22 cm/s dan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal. Selain itu dari data yang
diperoleh ternyata perlakuan pengadukan memberikan pengaruh yang lebih besar
daripada perlakuan tekanan. Sementara nilai rejeksi terbesar diperoleh untuk
proses filtrasi tanpa perlakukan tekanan maupun pengadukan. Membran yang telah
dipakai proses filtrasi mengalami pengurangan ukuran pori sebagai akibat dari
peristiwa fouling. Nilai parameter mutu sifat fisika: kerapatan,
kekentalan, kekeruhan, dan total padatan terlarut sari buah nanas yang telah
difilter maupun sari buah nanas sisa filtrasi mengalami perubahan. Dari data
sari buah nanas yang telah difilter dan sisa filtrasi serta persentase
perubahannya terhadap sari buah nanas yang belum diflter, maka proses filtrasi
sari buah nanas tanpa perlakuan penekanan dan pengadukan (yaitu hanya gaya
gravitasi) memberikan nilai prosentase perubahan tertinggi, sehingga hasil
larutan dari perlakuan ini memiliki peningkatan mutu yang lebih baik. Selain
itu pada larutan hasil perlakukan ini mengalami perubahan nilai pH tidak besar,
sehingga ekstrak nanas tidak banyak mengalami perubahan kimiawi.
Pertanyaan
1.
Mengapa
harus menggunakan membrane selulosa asetat? ( Bu Hermin)
2.
Cara
kerja dari teknik Filtrasi ? ( Amir )
3.
Apakah yang dimaksud dengan aliran Dead-line?
Mengapa menggunakan membrane kenapa tidak mengggunaka organ yang lainnya? ( Nur
Indah)
4.
Hubungan
pemberian beberapa indicator tekanan terhadap penambahan PH?
( Ilma )
Jawab :
1.
Proses
pemisahan dengan membran mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan dengan
metode pemisahan yang konvensional. Keuntungan tersebut antara lain adalah
pemisahan dapat dilakukan secara kontinu, konsumsi Beberapa keunggulan proses
membran dibandingkan dengan proses pemisahan lainnya (sedimentasi, destilasi,
ekstraksi, dll) adalah:
(i) tidak memerlukan pengubahan fase medium
baik secara fisik, kimia maupun
biologis,
(ii)
proses berlangsung dengan cepat,
(iii)
cara pengoperasian sederhana,
(iv)
mudah dalam penggadaan skala (scale up),
(v)
tidak memerlukan banyak tempat (compact), dan
(vi)
memberikan hasil (permeat) dengan kualitas sangat baik (Scott dan Hughes,
1996).energi cenderung rendah, dapat dikombinasikan dengan proses pemisahan
yang lain, up-scaling mudah,
2. Cara
kerja teknik filtrasi
Yaitu dengan menyaring larutan dari
sari nanas tersebut
3. Baca
jawaban nomer 1
4. Hal
ini bisa dilogikakan seperti saat kita memeras santan, karena diperas maka
cairan hasil pemerasan akan semakin menunjukkan tingkat kemurnian air nanas,
dan semakin turun PHnya
Langganan:
Postingan (Atom)









