Minggu, 27 Oktober 2013

KERJA PRAKTIK~




LAPORAN KERJA PRAKTIK

PROSES PRODUKSI TEPUNG TERIGU DI PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR. Tbk BOGASARI FLOUR MILLS, JAKARTA

Oleh:
Graha Permana
24020111120002


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG

OKTOBER, 2013

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Anugerah-Nya Sehingga Laporan Kerja Praktik ini dapat ditulis dan diselesaikan. Laporan ini ditulis berdasarkan serangkaian Kegiatan Kerja Praktik yang dilakukan di PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk Bogasari Flour Mills, Jakarta.
Pada Kesempatan ini, Penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Dr. Endang Kusdiyantini, DEA sebagai Dosen Pembimbing akademik atas segenap bimbingan yang telah diberikan,
2.      Bapak Emanuel Budiyanta, Bapak Eko dan Bapak Rusdi selaku Pembimbing Lapangan pada saat Kerja Praktik,
3.      Bapak Thimotius da gomes, Bapak Louis dari Public Relation and Communication Departement sebagai Panitia pelaksana PKS di PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk Bogasari Flour Mills, Jakarta
4.      Bapak M. Amir Jamaludin, selaku Head Miller dan seluruh staff mill MNO yang telah menerima dan membimbing selama keggiatan Kerja Praktik di PT. Indofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills, Jakarta.
5.      Seluruh Staff dan pekerja PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari Flour Mills Jakarta dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas segala keramahan dan bantuannya,
6.      Seluruh Teman-teman Kerja Praktik yaitu Adam Purnama, Inggit dari UIN Jakarta dan Susantri Citra dari Universitas Pasundan Bandung yang telah memberikan semangat kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna dan banyak kekurangan, tetapi penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Oleh karena itu, saran dan kritikan yang membangun sangat diharapkan. Semoga Laporan Kerja Praktik ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca.

Semarang, Oktober 2013

Penulis
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Itu cuma sebagian dari laporannya hehe :D Kerja praktik di Bogasari itu sangat menyenangkan ya walaupun hawanya kadang ngantuk dan sering sekali untuk bersemangat Mengerjakan sebuah pekerjaan di sana :D
Moisture Test

Infrared Moisture Determination Balance

Pembersihan Shifter

Narsis dulu :D

Timbangan Digital

Release Test

Release Test


Pengambilan Sample






Undip Biology Competition 2013

EVENT!! UNDIP BIOLOGY COMPETITION 2013
859781_10200689962159163_1075934880_o
Undip Biology Competition adalah suatu kegiatan bagian dari BOTM ( Biology On The Move ) persembahan dari Jurusan Biologi Universitas Diponegoro untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2013 ini, Undip Biology Competition mengadakan kegiatan yang berbentuk Olimpiade Biologi SMP/MTs dan SMA/MA se-Kota Semarang, yang merebutkan piala Rektor Undip. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop dan diikuti oleh peserta olimpiade yang bertemakan “ Biologi sebagai Teknologi Masa Depan “ dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten dibidangnya. Diharapkan setelah kegiatan olimpiade dan workshop ini, akan muncul bibit – bibit baru scientist muda Indonesia.
JADWAL
1. Pendaftaran Lomba
Tanggal : 01 – 28 Oktober 2013
Waktu : pukul 08.00 – 15.00 WIB
Tempat : Sekretariat Himpunan Mahasiswa Biologi Kampus FSM Undip
tembalang
2. Pelaksanaan Lomba dan Workshop Biologi
Hari, tanggal : Sabtu, 2 November 2013
Waktu : pukul 07.15 – 13.30
Tempat : Kampus Fakultas Sains dan Matematika Undip Tembalang
3. Jadwal Kegiatan
07.15 - 07.45 : Registrasi peserta
07.45 – 08.00 : Pembukaan acara
08.00 – 10.00 : Peserta mulai mengerjakan soal
10.00 – 10.15 : Coffe break
10.15 – 10.30 : Hiburan akustik
10.30 – 11.30 : Workshop dengan tema “ Biologi sebagai Teknologi Masa Depan “
( Materi 1 )
11.30 – 12.15 : ISHOMA
12.15 – 13.00 : Materi 2 “ Sharing alumni mahasiswa berprestasi “
13.00 - 13.20 : Pengumuman pemenang
13.20 – 13.30 : Penutupan
KETENTUAN PESERTA
1. Peserta Undip Biology Competition (UBC) adalah siswa-siswi SMP/MTs dan SMA/MA/Sederajat se-kota Semarang yang masih tercatat aktif sebagai siswa-siswi pada sekolah yang bersangkutan.
2. Peserta Undip Biology Competition (UBC) merupakan peserta perorangan (individu).
3. Peserta tiap sekolah tidak dibatasi.
4. Pendaftaran dibatasi sampai 70 orang tiap jenjang.
5. Biaya pendaftaran lomba adalah Rp 50.000/orang. Jika mendaftar langsung 5 orang untuk satu sekolah yang sama, tiap peserta mendapat diskon Rp10.000,00.
6. Transportasi ditanggung peserta.
7. Peserta diperkenankan didampingi maksimal dua orang Pembina tiap sekolah.
8. Peserta diharapkan hadir satu jam sebelum lomba dimulai untuk melakukan registrasi ulang.
MEKANISME PENDAFTARAN
Pendaftaran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung maupun secara online.
1. Mekanisme Pendaftaran Langsung
Siswa SMP/MTs dan SMA/MA/Sederajat datang langsung ke meja pendaftaran di sekretariat Himpunan Mahasiswa Biologi (Gedung E101 Kampus FSM Undip Tembalang) pada tanggal 01 – 28 Oktober 2013 pukul 08.00 – 15.00WIB untuk mengisi formulir pendaftaran dengan menyertakan :
a) pas foto 3x4 (1 lbr.)
b) foto copy kartu pelajar (1 lbr.)
dan melakukan pembayaran sebesar Rp 50.000,00 .
2. Mekanisme Pendaftaran Online
a) Melakukan pendaftaran sebesar Rp. 50.000,00 melalui transfer via bank BNI, No rekening : 0227428337 a.n SEKAR AYOE YOGYASWARI
b) Menyiapkan berkas pendaftaran berupa :
~ Softfile hasil scan bukti pembayaran
~ Softfile hasil scan Kartu pelajar
~ Softfile foto 3x4 berwarna
c) Siswa calon peserta mendownload formulir pendaftaran online di http://www.mediafire.com/download/7532v8avlrdeu4g/formulir_pendaftaran_UBC.docx
d) Formulir diisi secara lengkap lalu dikirimkan beserta berkas pendaftaran melalui email ke undipbiocompetition@gmail.com.
e) Lakukan konfirmasi melalui sms dengan format : Nama [spasi] Nama Sekolah. Contoh: Krisna SMPN 1 Semarang kirim ke 08997217997 ( Siti ).
PELAKSANAAN LOMBA
1) Undip Biology Competition (UBC) dilaksanakan dalam bentuk lomba perorangan (individu), tes berupa kemampuan tertulis Biologi, akan diambil juara 1, 2, 3, juara harapan 1, 2, dan 3 dari masing-masing jenjang.
2) Soal berjumlah 100 pilihan ganda dan 2 soal analisis, dikerjakan dalam waktu 120 menit. Materi Lomba :
Struktur, Anatomi, dan Fisiologi Hewan (25%)
Struktur, Anatomi, dan Fisiologi Tumbuhan (15%)
Biologi Sel (molekuler, mikrobiologi, bioteknologi) (20%)
Genetika dan Evolusi (20%)
Ekologi (10%)
Etology (5%)
Biosistematik (5%)
3) Fasilias untuk peserta yaitu : snack, makan, minum, sertifikat, souvenir, dan pengalaman berharga.
HADIAH DAN PENGHARGAAN
Juara I : piala Rektor Undip, piagam, voucher dari GO, uang tunai Rp. 1.000.000,-
Juara II : piala Rektor Undip, piagam, voucher dari GO, uang tunai Rp. 750.000,-
Juara III : piala Rektor Undip, piagam, voucher dari GO, uang tunai Rp. 500.000,-
Juara harapan I : Bingkisan, uang pembinaan, sertifikat
Juara harapan II : Bingkisan, uang pembinaan, sertifikat
Juara harapan III : Bingkisan, uang pembinaan, sertifikat
Peserta lainnya akan diberikan piagam penghargaan dan souvenir. Hadiah akan diserahkan pada Workshop Biologi yang diadakan setelah olimpiade berlangsung yaitu pada tanggal 2 November 2013 pukul 10.30 – 13.30 WIB.
Contact Person : 083838535153 ( Fitra Adi )
08997217997 ( Siti )
FB : Undip Biology Competition
Twitter : @undipbc

Sabtu, 04 Mei 2013

Selamat Menempuh UJIAN TENGAH SEMESTER


Selamat Menempuh Ujian Tengah Semester untuk Keluarga Universitas Diponegoro.


Minggu, (05/05/13) Semarang.


Untuk UNIVERSITAS DIPONEGORO saya Ucapkan Selamat Menempuh Ujian Tengah semester.. Khusus untuk Fakultas Sains dan Matematika Jurusan Biologi "Berani Jujur itu Baik" , Semoga sukses yaa buat ujian tengah semesternya kawan kawan semuaaa!!

Kita Muda, Kita Bisaaa....


Kamis, 14 Februari 2013

Karya Mobil Nasional Pupus Harapan


      Mobil buatan anak bangsa yang masih duduk di bangku SMK ini dapat menjadi produk nasional. Inovasi oleh anak-anak bangsa ini membuktikan kapasitas generasi muda Indonesia tidak kalah jika dibandingkan negara lain.  Penulis berpendapat, kehadiran mobil Esemka merupakan momen tepat bagi Indonesia untuk secara serius mewujudkan mimpi memiliki mobil nasionalPemanfaatan kekayaan alam, berdasarkan konstitusi yang berlaku di negeri ini, sudah sepatutnya digunakan untuk  kesejahteraan rakyat. Apa lagi selama ini Indonesia di kenal memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Sungguh disayangkan,  jika  dalam pengelolaanya tidak diperuntukan untuk kesejahteraan rakyat. Selama ini, terkesan bahwa keterbatasan sumber daya manusia dinegeri ini, menyebabkan, pengelolaan kekayaan alam, harus diserahkan kepada pihak asing. Dengungan ke tidak mampuan ini lah, yang dijadikan senjata pamungkas untuk membiarkan kekayaan negeri ini di eksploetasi dan di bawa ke negara lain. Namun, berjalannya kemajuan jaman, yang ditandai semakin majunya teknologi, membuktikan bahwa bangsa ini mampu mengolah kekayaan alam. Bahkan,  meningkatkan produktifitas kemampuan untuk meningkatkan kehidupan bangsa. 
      Sebuah Kiat Esemka Dan Esemka Digdaya yang dibuat pelajar SMK Negeri 2, Solo, merupakan salah satu bukti nyata. Sebuah bukti yang menandakan, bahwa pemuda di negeri ini mampu menunjukan kepada dunia. Bahwa bangsa Indonesia, bukan lah bangsa yang  bodoh, bangsa yang hanya bisa menikmati hasil karya negara lain, tanpa bisa menghasilkan karya. Karya ini, merupakan sebuah langkah maju bagi kebangkitan industri otomotif di tanah air ini. Seperti kita ketahui, selama ini industri otomotif berkembang pesat, namun fakta menunjukan bahwa produk asing lah yang kerap kita jumpai dalam keseharian. Kenyataan ini menjadikan bangsa Indonesia di cap sebagai negara dengan tingkat konsumen  tertinggi. Di Asia Tenggara, posisi Indonesia berada di peringkat kedua di bawah Thailand.  Pertumbuhan ekonomi yang semakin positf pun membawa tantangan tersendiri yang harus di hadapi mobil nasional. Pertumbuhan ini menyebakan  masuknya investor yang mengiginkan berinvestasi dinegeri ini seperti Suzuki, Toyota, Daihatsu, Hyundai, dan Nissan

Harus Kita Wujudkan Impian Indonesia!!
     Untuk mewujudkan impian dan menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sebuah dukungan yang kuat dari seluruh komponen bangsa. Tentu saja kehadiran ESEMKA ini, memicu tanggapan yang pro maupun kontra. Ada yang sudah pesan, ada juga yang menunggu hasil uji. Kenyataan ini memicu animo tersendiri bagi masyarakat luas. Namun,  secara kasat mata saja kita sudah diyakinkan potensi kedua mobil tersebut. Meski belum melewati tahapan uji kendaraan dengan lengkap, keyakinan publik terhadap produk lokal ini bisa dikatakan sangat besar. Seperti kita ketahui, esemka, bukanlah mobil pertama yang berhasil diciptakan oleh anak-anak muda Indonesia. Beberapa mobil  nasional yang menjadi pendahulu Kiat Esemka diantaranya, Komodo, Tawon, GEA, Marlip, Maleo, Wakaba, Timor dan Esemka Digdaya. Namun, sangat disayangi, mobil-mobil karya anak bangsa ini tidak mendapatkan perhatian yang cukup luas dari masyarakat di negeri ini. Memang, kita akui, pada akhirnya untuk memasuki dunia pemasaran otomotif, harus menghadapi banyak tantangan serta rintangan yang menghinggapi mobil nasional ini. Untuk menjawab tantangan serta memenangkan pertarungan pasaran otomotif, diperlukan perhatian khusus dari masyarakat luas. Bukan sebatas sanjungan yang diberikan semata, tetapi dukungan secara penuh akan hasil karya ini. 
     Kehadiran mobil nasional ini setidaknya mewujudkan impian bangsa ini akan keinginannya memiliki mobil nasional, selama ini bangsa ini hanya menjadi konsumen produk mobil impor dari luar negeri atau sebagai konsumen mobil buatan negara lain yang kebetulan asemblingnya ada di Indonesia. Apa lagi, dalam pembuatan mobil nasional ini, di motori oleh para penerus bangsa. Setidaknya maha karya ini menjawab pernyataan Soekarno bahwa kelangsungan hidup bangsa ada di pundak pemuda dan ditangan pemuda lah pada akhirnya negara ini di tentukan. Semoga Karya Mobil Nasional Indonesia tidak Pupus Harapan kedepannya, Mari Kita wujudkan Mobil Nasional Indonesia yang berbasis Teknologi canggih Ramah Lingkungan.

Penulis : Graha Permana ( Universitas Diponegoro )

Selasa, 08 Januari 2013

Character Building

Character Building Mahasiswa Bidik Misi Universitas Diponegoro


Tempatnya sih di Bantir, Sumowono.. Dengan Trainer Dari NMA (Nafsul Mutmainnah Achievement), Acara Berlangsung selama 3 Hari 2 malam :)
Dengan Susunan acara yang sangat padat dan seru seruan bersama :)



Tarinernya itu sangat membuat Aku Termotivasi untuk Sukses !
SUKSES itu ada kepanjangannya lohh... 
Sehaat , Uang, Keluarga, Etika, Spiritual.. apabila semua itu kita miliki berarti kita semua sudah SUKSES dan yang pastinya Mau Tambah SUKSES lagi kan!! :) Bangkit, Bangun, dan Berdirilah Hadapi masa depan yang cemerlang !!


Mahasiswa Itu HARUS :

1. Tegas

2. Hormat

3. Semangat

4. Saling Berbagi

5. Harus SUKSES !!

Hidup Mahasiswa!! Salam Prestatif!

KITA MUDA !! KITA BISA!!! #HMB'13

Biology Sports Competition



Alhamdulillah Acara Biology Sport Competition 2012 Telah usai dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 hhe :)
Terima Kasih Buat Panitia dan Teman teman yang telah Berkontribusi dalam acara tersebut.
Kelancaran acara itu berkat kalian semua kawan kawan...
ini dia MMT BSC 2012 :


dan ini lah Foto Foto Dokumentasi lainnya :


Kompak Juga yaa BIOLOGI 2012 !! Lanjutkan !!


Nah ini dia Keluarga BIOLOGI :)


Keluarga Besar Biologi yang telah berkontribusi dalam Acara Biology Sport Competition 2012 !
-Go for Champion, the spirit of sports-

Senin, 07 Januari 2013

GANGGUAN NEUROLASI


TUGAS STUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN
GANGGUAN NEUROLASI
 


DISUSUN OLEH :

 GRAHA PERMANA              24020111120002
INDRA PRAWIRA               24020111120004
ISYAROTUZ ZAKIYYAH  24020111120012
 HERU PUJI R                        24020111130022
FATKUR ROZI S                  24020111130043





JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2012/2013

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB I
PENDAHULUAN
Neurolasi adalah proses dimana lapisan sel – sel ektodermal diubah menjadi tubulus neuralis. Proses neurolasi diawali dari pembentukan lamina neuralis, kemudian mengalami invaginasi menjadi sulkus neuralis dan terbentuk menjadi tubulus neuralis

Neurulasi
      Gastrulasi sangat berhubungan erat dengan proses pembentukan susunan syaraf (neurulasi). Pada akhir gastrulasi terbentuklah nerve chord dan notochord. Nerve chord berasal dari ektoderm, sedangkan notochord berasal dari dari lempengan entoderm di bagian dorsal. Pembentukan nerve chord dimulai dengan sebuah lekukan yang dangkal di bagian dorsal ektoderm yang disebut neural groove yang membunjur sepanjang bidang dorsalis dari arah anterior ke posterior dan meluas pada ujung akhir dari anterior. Bagian lateral dari neural groove tersebut lebih menonjol dan disebut neural fold. Perkembangan neural groove makin tenggelam dari permukaan embrio dan neural fold saling mendekat sepanjang garis tengah dorsal. Proses ini merupakan invaginasi dari pembentukan neural tubeyang kelak akan menjadi otak dan spinal chord. Neural groove dalam pertumbuhannya terus menurun ke bawah, sedangkan ektoderm pada ujung-ujung neural fold merapat satu dengan yang lainnya dan segera menutup neural groove dan terbentuklah neural tube.  Pada tingkat awal, rongga dalam dari neural tube masih berhubungan dengan rongga enteron melalui neurenteric canal yang kelak akan lenyap karena enteron membentuk lubang baru yang menghubungkannya dengan dunia luar, yaitu lubang anus.
      Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa neural akan membentuk seluruh sistem syaraf termasuk otak, spinal chord, dan nerve serta epitel sensoris khusus seperti retina pada mata. Otak berkembang dari neural tube bagian anterior. Bagian anterior ini lebih besar dan berkembangnya lebih cepat dibandingkan dengan bagian posterior yang panjang dan menyempit dan kemudian menjadi spinal cord (sumsum tulang belakang). Persyarafan tubuh merupakan cabang0cabang dari neural tube yang mengalami differensiasi. Setiap benang syaraf  terdiri dari dari seberkas serabut syaraf yang tersusun dari sel-sel syaraf yang terjadi setelah adanya differensiasi perkembanganotak dan sumsum tulang belakang. Notochord tidak bersegmendan dapat dijumpai pada semua hewan vertebrata dalam masad embrional yang membunjur sepanjang embrio diantara neural tube dan archenteron. Adanya notochord pada vertebrata sangat singkat dan kemudian  diganti seluruhnya dengan vertebral culomn (tulang belakang) yang bersegmen (kecuali pada amphioxus dewasa masih terdapat notochord dan tidak diganti dengan tulang belakang). Pada beberapa hewan lainnya seperti belut, ikan hiu, dan katak masih terdapat sisa-sisa notochord di antara tulang belakangpada hewan dewasanya.
 --------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB II
PEMBAHASAN
Macam-macam neurolasi :
A.Neurulasi Primer
Selama neurulasi primer, ektoderm asli dibagi menjadi tiga set sel: (1) ditempatkan secara internal neural tube, yang akan membentuk otak dan sumsum tulang belakang, (2) diposisikan eksternal epidermis kulit, dan (3) saraf sel puncak. Sel puncak neural formulir di kawasan yang menghubungkan tabung saraf dan kulit ari, tapi kemudian pindah di tempat lain, mereka akan menghasilkan perifer neuron dan glia, sel-sel pigmen kulit, dan beberapa jenis sel lain.
Proses neurulasi primer pada amfibi, reptil, burung, dan mamalia mirip. Tidak lama setelah piring saraf telah terbentuk, tepi menebal dan bergerak ke atas untuk membentuk lipatan saraf, sedangkan saraf berbentuk U groove muncul di tengah piring, membagi masa depan sisi kanan dan kiri embrio. Lipatan saraf yang bermigrasi ke arah garis tengah embrio, akhirnya sekering untuk membentuk tabung saraf di bawah ektoderm di atasnya. Sel-sel di bagian dorsalmost tabung saraf menjadi puncak sel saraf.Neurulasi terjadi dengan cara yang agak berbeda di berbagai daerah dalam tubuh. Yaitu kepala, badan, dan ekor masing-masing daerah membentuk tabung saraf dengan cara-cara yang mencerminkan hubungan induktif dari endoderm faring, prechordal piring, dan notochord ke atasnya ektoderm. Kepala daerah dan batang kedua menjalani neurulation varian dari primer, dan proses ini dapat dibagi menjadi empat yang berbeda tetapi saling tumpang tindih spasial dan temporal tahap: (1) pembentukan lempeng saraf, (2) pembentukan saraf piring; (3) pembengkokan dari piring saraf membentuk saraf dashed; dan (4) penutupan alur saraf untuk membentuk tabung saraf.
Primer neurulation: pembentukan tabung saraf dalam embrio anak ayam. (A, 1) Sel saraf dari pelat dapat dibedakan sebagai sel memanjang di daerah dorsal ektoderm. Lipat dimulai sebagai engsel saraf medial titik (MHP) sel jangkar untuk notochord dan mengubah bentuk mereka, sementara sel-sel epidermis anggapan bergerak menuju pusat. (B, 2) lipatan saraf yang diangkat sebagai anggapan epidermis terus bergerak ke arah garis tengah dorsal. (C, 3) Konvergensi lipatan saraf terjadi sebagai titik engsel Korteks (DLHP) sel-sel menjadi berbentuk baji dan sel-sel epidermal mendorong ke tengah. (D, 4) lipatan saraf dibawa ke dalam kontak dengan satu sama lain, dan sel-sel saraf menghubungkan puncak tabung saraf dengan epidermis. Puncak sel saraf kemudian bubar, meninggalkan tabung saraf terpisah dari epidermis.
Tiga pandangan neurulation dalam embrio amfibi, menunjukkan awal (kiri), tengah (pusat), dan akhir (kanan) neurulae dalam setiap kasus. (A) melihat ke bawah pada permukaan dorsal seluruh embrio. (B) Sagit-angka bagian melalui bidang medial embrio. (C) Transverse bagian melalui pusat embrio.
b. Neurulasi Sekunder
Neurulasi sekunder merupakan pembentukan rongga pada pita sel – sel solid. Neurulasi sekunder melibatkan pembuatan sebuah tali meduler dan pengosongan selanjutnya menjadi tabung saraf .
Pada katak dan anak ayam, neurulation sekunder biasanya terlihat dalam tabung saraf lumbalis (perut) dan tulang ekor. Dalam kedua kasus, dapat dilihat sebagai kelanjutan dari gastrulasi. Pada katak, bukannya involuting ke embrio, sel-sel bibir blastopori dorsal terus tumbuh ventrally (Gambar 12.9A, B). Daerah yang tumbuh di ujung bibir disebut chordoneural engsel (Pasteels 1937), dan berisi prekursor untuk kedua bagian posteriormost piring dan saraf posterior bagian notochord. Pertumbuhan wilayah ini kurang lebih berbentuk bola mengubah gastrula, 1.2 mm diameter, menjadi kecebong linear beberapa 9 mm lama. Ujung ekor adalah keturunan langsung blastopori dorsal bibir, dan sel-sel yang melapisi membentuk blastopori neurenteric kanal. Proksimal bagian dari kanal neurenteric berfusi dengan anus, sementara bagian distal menjadi ependymal kanal (yaitu, lumen tabung saraf) Neurulasi sekunder di daerah caudal 25-somite embrio. (A) membentuk kabel meduler paling ujung caudal ayam tailbud.
(B) kabel meduler pada posisi sedikit lebih anterior di tailbud.(C) cavitating tabung saraf dan membentuk notochord. (D) The lumen menyatu untuk membentuk kanal pusat dari tabung saraf.
Gbr. Gerakan sel selama neurulation di Xenopus sekunder. (A) Involusi dari mesoderm pada tahap gastrula pertengahan. (B) Gerakan bibir blastopori dorsal pada gastrula akhir / awal tahap neurula. Involusi telah berhenti, dan keduanya ektoderm dan mesoderm almarhum blastopori bibir bergerak posterior. (C) Awal tahap kecebong, di mana sel-sel yang melapisi membentuk blastopori neurenteric kanal, bagian dari yang menjadi sekunder lumen tabung saraf.
Beberapa gangguan neurolasi diakibatkan karena tidak terjadinya proses – proses terbentuknya tubulus neuralis, hal ini lebih disebabkan oleh kerusakan pada informasi yang diberikan oleh gen. Pada  masa neurulasi primer sel neuroepitelium  mensintesis protein Shroom yang bersifat           actin-binding  protein. Dengan disintesisnya protein Shroom maka aktin terakumulasi di bagian apikal     sel neuroepitelium sehingga mengakibatkan   kontraksi bagian tersebut.
 Kontraksi       ini menyebabkan bagian  apical sel lebih sempit  dibandingkan bagian basalnya. Susunan  sel            neuroepitelium bentuk  baji ini menyebabkan terbentuknya  DLHP untuk mengarahkan lipatan neural  ke  mid line aksis  neural.  Kerusakan DNA akibat          masuknya senyawa 2-ME ke dalam tubuh induk yang bertepatan dengan masa neurulasi diduga menyebabkan gangguan   sintesis protein Shroom sehingga terjadi kegagalan konstriksi apikal.
Gangguan neurolasi
Kelainan – Kelainan Proses neurulasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan kelainan – kelainan. Diantaranya sebagai berikut:
a. Anencephaly
Anencephaly adalah sepalik gangguan yang dihasilkan dari sebuah cacat tabung saraf yang terjadi ketika batok kepala (kepala) ujung tabung saraf gagal menutup, biasanya antara tanggal 23 dan 26 hari kehamilan, yang mengakibatkan tidak adanya bagian besar dari otak , tengkorak, dan kulit kepala [1]. Anak-anak dengan gangguan ini dilahirkan tanpa otak-depan, bagian terbesar dari otak yang terdiri terutama dari otak belahan otak (yang mencakup neokorteks, yang bertanggung jawab untuk tingkat lebih tinggi kognisi, yaitu, berpikir)
b. Spina bifida
Spina Bifida (Sumbing Tulang Belakang) adalah suatu celah pada tulang belakang (vertebra), yang terjadi karena bagian dari satu atau beberapa vertebra gagal menutup atau gagal terbentuk secara utuh. Penonjolan dari korda spinalis dan meningens menyebabkan kerusakan pada korda spinalis dan akar saraf, sehingga terjadi penurunan atau gangguan fungsi pada bagian tubuh yang dipersarafi oleh saraf tersebut atau di bagian bawahnya. Gejalanya tergantung kepada letak anatomis dari spina bifida. Kebanyakan terjadi di punggung bagian bawah, yaitu daerah lumbal atau sakral, karena penutupan vertebra di bagian ini terjadi paling akhir. Terdapat beberapa jenis spina bifida:
1. Spina bifida okulta : merupakan spina bifida yang paling ringan. Satu atau beberapa vertebra tidak terbentuk secara normal, tetapi korda spinalis dan selaputnya (meningens) tidak menonjol. Gejalanya:
-seberkas rambut pada daerah sakral (panggul bagian belakang)
- lekukan pada daerah sakrum.
2. Meningokel : meningens menonjol melalui vertebra yang tidak utuh dan teraba sebagai suatu benjolan berisi cairan di bawah kulit.
Meningokel merupakan benjolan berbentuk kista di garis tulang belakang yang umumnya terdapat di daerah lumbo-sakral. Lapisan meningel berupa durameter dan arachnoid ke luar kanalis vertebralis, sedangkan medulla spinalis masih di tempat yang normal. Benjolan ditutup dengan membrane tipis yang semi-transparan berwarna kebiru-biruan atau ditutup sama sekali oleh kulit yang dapat menunjukkan hipertrikhosis atau nevus. Pada transiluminasi tidak terlihat jaringan saraf pusat di dinding benjolan.
Terdapat tiga jenis spina bifida, yaitu :
  1. Spina bifida okulta, merupakan spina bifida yang paling ringan. Satu atau beberapa vertebra tidak terbentuk secara normal, tetapi korda spinalis dan selaputnya (meningens) tidak menonjol.
  2. Meningokel, yaitu meningens menonjol melalui vertebra yang tidak utuh dan teraba sebagai suatu benjolan berisi cairan di bawah kulit.
  3. Mielokel, merupakan jenis spina bifida yang paling berat, dimana korda spinalis menonjol dan kulit di atasnya tampak kasar dan merah.
c. Mielokel
Jenis spina bifida yang paling berat, dimana korda spinalis menonjol dan kulit diatasnya tampak kasar dan merah. Gejalanya berupa:
- penonjolan seperti kantung di punggung tengah sampai bawah pada bayi baru lahir
- jika disinari, kantung tersebut tidak tembus cahaya
- kelumpuhan/kelemahan pada pinggul, tungkai atau kaki, penurunan sensasi
- inkontinensia uri (beser) maupun inkontinensia tinja
- korda spinalis yang terkena rentan terhadap infeksi (meningitis).

 ------------------------------------------------------------------------------------------------------


KESIMPULAN
Neurolasi adalah proses dimana lapisan sel – sel ektodermal diubah menjadi tubulus neuralis. Penyebab gangguan neurolasi 
Beberapa gangguan neurolasi diakibatkan karena tidak terjadinya proses – proses terbentuknya tubulus neuralis, hal ini lebih disebabkan oleh kerusakan pada informasi yang diberikan oleh gen.
Diantara gangguan neurolasi adalah :
a.     Anencephaly
b.     Spina bifida
c.      Mielokel

------------------------------------------------------------------------------------------------------ 
DAFTAR PUSTAKA
George Elizabeth L, Georges-Labouesse Elisabeth N, Patel-King Ramila S, Rayburn Helen and Hynes Richard O, 1993. Defects in mesoderm, neural tube and vascular development in mouse embryos lacking fibronectin. Development 119,1079–1091
Haigo SL, Hildebrand JD, Harland RM, dan Wallingford JB, 2003.Shroom induces apical constriction and is required for hingepoint formation during neural tube closure. Current Biology., Vol 13: 2125–2137, December 16. Elsevier Science Ltd.

Juriloff DM dan Harris MJ, 2000. Mouse models for neural tube closure defects. Human Molecular Genetics, 9(6).