Senin, 07 Januari 2013

Biofisika


TUGAS
PERSENTASI BIOFISIKA

Kelompok 2
Anggota :
 1. Graha Permana        24020111120002
2. Indra Prawira            24020111120004
3. Solifah Sarah            24020111120013
4. Fatkur Rozi S           24020111130043

Judul Jurnal
Peningkatan Mutu Sari Buah Nanas Dengan Memanfaatkan Sistem Filtrasi Aliran DEAD-END dari Membran Selulosa Asetat

Tujuan
Meneliti pemanfaatan dari membrane selulosa asetat untuk meningkatkan mutu sari buah nanas
Abstrak
Fokus penelitian ini adalah penentuan teknologi pengolahan pangan alternatif dengan menggunakan membran selulosa asetat. Membran selulosa asetat telah digunakan untuk menyaring sari buah nanas. Teknik filtrasi sistem aliran deadend telah digunakan untuk meningkatkan mutu sari buah nanas. Sistem filtasi dilakukan pada kondisi pengadukan, pemberian tekanan atau aplikasi alami dari gaya gravitasi bumi. Nilai fluks membran untuk semua proses perlakukan mengalami penurunan dengan bertambahnya waktu filtrasi. Nilai fluks tertinggi didapat untuk proses dengan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal. Nilai rejeksi terbesar diperoleh untuk proses filtrasi tanpa perlakukan tekanan maupun pengadukan. Membran yang telah dipakai proses filtrasi mengalami peristiwa fouling. Hasil penyaringan dengan sistem filtrasi ini menunjukan peningkatan kualitas, yaitu kehomogenan meningkat, kekeruhan menurun, total padatan terlarut, dan kekentalan menurun. Nilai prosentase perubahan mutu sifat fisika tertinggi terjadi pada larutan hasil proses filtrasi tanpa perlakuan penekanan dan pengadukan (yaitu hanya gaya gravitasi). Selain itu pada larutan hasil perlakukan ini mengalami perubahan nilai pH tidak besar. Sehingga memiliki mutu yang paling baik.

Materi
Fenomena Fluks pada proses filtrasi. Besarnya nilai fluks dari setiap membran diperlihatkan pada Gambar 2. Nilai fluks membran selulosa asetat menurun dengan bertambahnya waktu. Pada proses filtrasi dengan perlakuan pengadukan maupun pemberian tekanan memberikan nilai fluks yang lebih besar daripada proses filtrasi tanpa perlakuan apapun. Hal ini dikarenakan pada proses filtrasi dengan perlakuan pengadukan akan meningkatkan mobilitas larutan yang berakibat pada peningkatan ifusivitas. Rejeksi Membran. Rejeksi membran merupakan kemampuan membran untuk menahan suatu komponen agar tidak melewati membran. Nilai rejeksi membrane tersebut dapat diperoleh dari nisbah konsentrasi terlarut dalam feed terhadap konsentrasi terlarut dalam permeate. Pori Membran. Ukuran pori membran merupakan salah satu karakteristik membran yang dapat diperoleh dengan meninjau energi bebas ion ketika berada dalam membran. Energi bebas ion dapat diperoleh dari hubungan konduktansi listrik dengan variabel suhu. Dengan bantuan teknik linearisasi dari energi bebas maka diperoleh nilai ukuran pori membran seperti yang ditunjukan pada Tabel 2. Kekentalan Larutan. Gambar 3 menunjukkan nilai kekentalan sari buah nanas dari lima proses filtrasi dengan perlakuan berbeda. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan kekentalan sari buah nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi tanpa perlakuan dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi mengalami peningkatan kekentalan yang terbesar dan yang paling kecil peningkatan kekentalannya pada filtrasi tanpa perlakuan Kerapatan Larutan. Dari Gambar 4 terlihat bahwa kerapatan sari buah nanas sebelum mengalami proses filtrasi, telah difilter dan sisa dari proses filtrasi memiliki nilai yang berbeda-beda. Kekeruhan Larutan. Kekeruhan merupakan banyaknya partikel bahan yang tersuspensi pada suatu larutan. Nilai numerik yang menunjukkan kekeruhan didasarkan pada turut campurnya bahan yang tersuspensi pada jalannya sinar melalui larutan [11,12]. Gambar 5 menunjukkan hasil pengukuran kekeruhan sari buah nanas yang belum difilter, telah difilter dan sisa filtrasi dari lima proses filtrasi dengan variasi perlakuan yang berbeda-beda. Total Padatan Terlarut. Total padatan terlarut dari sari buah nanas sebelum, setelah dan sisa filtrasi dengan beberapa variasi perlakuan yang berbeda-beda ditampilkan pada Gambar 6. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan TPT sari buah nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi tanpa perlakuan apapun dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi mengalami peningkatan TPT yang terbesar dan yang paling kecil peningkatan TPTnya pada filtrasi tanpa perlakuan. pH larutan. Interaksi membran dengan larutan ektrak buah bisa menimbulkan fenomena sensorik membrane pada perlakuan keasaman ekstrak buah [13]. pH merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan intensitas keadaan asam atau basa suatu larutan [14]. Pada sari buah nanas sebelum, setelah dan sisa filtrasi diperoleh nilai pH seperti yang terdapat pada Gambar 7.

Kesimpulan
Nilai fluks membran untuk semua proses perlakukan mengalami penurunan dengan bertambahnya waktu filtrasi. Nilai fluks tertinggi didapat untuk proses pengadukan dan pemberian tekanan, yaitu pada proses filtrasi dengan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal. Selain itu dari data yang diperoleh ternyata perlakuan pengadukan memberikan pengaruh yang lebih besar daripada perlakuan tekanan. Sementara nilai rejeksi terbesar diperoleh untuk proses filtrasi tanpa perlakukan tekanan maupun pengadukan. Membran yang telah dipakai proses filtrasi mengalami pengurangan ukuran pori sebagai akibat dari peristiwa fouling. Nilai parameter mutu sifat fisika: kerapatan, kekentalan, kekeruhan, dan total padatan terlarut sari buah nanas yang telah difilter maupun sari buah nanas sisa filtrasi mengalami perubahan. Dari data sari buah nanas yang telah difilter dan sisa filtrasi serta persentase perubahannya terhadap sari buah nanas yang belum diflter, maka proses filtrasi sari buah nanas tanpa perlakuan penekanan dan pengadukan (yaitu hanya gaya gravitasi) memberikan nilai prosentase perubahan tertinggi, sehingga hasil larutan dari perlakuan ini memiliki peningkatan mutu yang lebih baik. Selain itu pada larutan hasil perlakukan ini mengalami perubahan nilai pH tidak besar, sehingga ekstrak nanas tidak banyak mengalami perubahan kimiawi.

Pertanyaan      
1.      Mengapa harus menggunakan membrane selulosa asetat? ( Bu Hermin)
2.      Cara kerja dari teknik Filtrasi ? ( Amir )
3.       Apakah yang dimaksud dengan aliran Dead-line? Mengapa menggunakan membrane kenapa tidak mengggunaka organ yang lainnya? ( Nur Indah)
4.      Hubungan pemberian beberapa indicator tekanan terhadap penambahan PH?
( Ilma )
Jawab :

1.      Proses pemisahan dengan membran mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan dengan metode pemisahan yang konvensional. Keuntungan tersebut antara lain adalah pemisahan dapat dilakukan secara kontinu, konsumsi Beberapa keunggulan proses membran dibandingkan dengan proses pemisahan lainnya (sedimentasi, destilasi, ekstraksi, dll) adalah:
 (i) tidak memerlukan pengubahan fase medium baik secara fisik, kimia maupun  biologis,
(ii) proses berlangsung dengan cepat,
(iii) cara pengoperasian sederhana,
(iv) mudah dalam penggadaan skala (scale up),
(v) tidak memerlukan banyak tempat (compact), dan
(vi) memberikan hasil (permeat) dengan kualitas sangat baik (Scott dan Hughes, 1996).energi cenderung rendah, dapat dikombinasikan dengan proses pemisahan yang lain, up-scaling mudah,
2.      Cara kerja teknik filtrasi
Yaitu dengan menyaring larutan dari sari nanas tersebut
3.      Baca jawaban nomer 1
4.      Hal ini bisa dilogikakan seperti saat kita memeras santan, karena diperas maka cairan hasil pemerasan akan semakin menunjukkan tingkat kemurnian air nanas, dan semakin turun PHnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar